PBR Masih Akan Gunakan Satu Striker

Simon McMenemmy
Pelatih Pelita Bandung Raya (PBR) Simon McMenemmy masih tetap akan memasangkan satu striker sebagai ujung tombak penyerangan mereka, dengan memaksimalkan kinerja Gaston Castano.

Namun demikian, dari empat pertandingan PBR yang telah dilewati, Gaston seringkali kesulitan untuk bisa menjebol gawang lawan. Terlebih lagi, suplai umpan bola dari barisan tengah, selalu mental dengan cepat.
 


Meski demikian, Simon sendiri tetap yakin bahwa strateginya tersebut, akan semakin maksimal seiring dengan perbaikan di sesi latihan.

"Ya, itu memang strategi kami untuk penyerangan. Memaksimalkan kinerja Gaston dengan dibantu sejumla pemain sayap. Dan saya pikir, strategi itu sudah banyak digunakan di banyak klub," kata Simon, usai latihan di Pusdik Ajen Lembang, Rabu (30/1).

Ia juga masih yakin meski pada beberapa laga sebelumnya strategi itu belum maksimal. Seiring berjalannya waktu, akan semakin membaik. "Setelah melewati 2 laga kandang dan laga tandang, kami melakukan perbaikan. Salah satunya, memperbaiki kinerja barisan belakang dan di barisan penyerang," ujarnya.

Ia mengatakan, dirinya tidak akan selalu memasangkan satu striker di barisan depan dalam laga-laga selanjutnya. Terlebih lagi, ia juga memiliki striker pemain muda yang sudah siap diturunkan.

"Striker muda kami, Adi Sulistya bermain dengan baik bersama Gaston ketika melawan Persisam kemarin. Selanjutnya, jika tidak memasang Gaston sendirian, kami masih punya striker lain," ujar Simon.

Ia menambahkan, hal itu dilakukan tidak hanya untuk lini depan. Tapi, juga lini tengahnya. "Dengan memasang satu striker di depan, saya menekankan strategi penyerangan dari lini tengah. Di pertandingan kemarin, dengan strategi tersebut Gaston dan para pemain tengah juga membuat banyak peluang," katanya.

***

Pemain Muda Selalu Jadi Starting Eleven di PBR
Kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) tahun-tahun sebelumnya, jarang sebuah klub menurunkan pemain muda. Kalaupun ada, mereka kebanyakan menjadi spesialis latihan ataupun spesialis laga uji coba.

Di LSI musim ini, fenomena klub yang menurunkan pemain muda, cukup banyak. Dan hal itu menjadi semacam fenomena baru di kompetisi LSI musim ini. Seperti halnya, Persija Jakarta, Persisam Samarinda dan Pelita Bandung Raya (PBR).

Di skuad PBR, rata-rata pemainnya didominasi pemain muda. Di starting eleven setiap pertandingan, selalu diturunkan 4-5 pemain muda. Salah satunya Asep Mulyana, mantan pemain tim PON Jabar di PON Riau tahun lalu.

Di usianya yang baru 23 tahun, dalam 4 pertandingan, ia selalu terpilih untuk menjadi starting eleven dan berhadapan dengan banyak pemain senior di negeri ini.

"Tentunya saya senang bisa bermain di LSI dengan usia masih muda. Apalagi bisa satu tim dengan pemain senior yang bisa membimbing dan belajar banyak ilmu dari mereka," kata Asep, ketika ditemui di Mess PBR, di Pusdik Ajen Lembang, Selasa (29/1).

Di usianya yang masih relatif muda tersebut, tidak lantas dirinya bermain di LSI dengan mudah. Namun, kehadiran Eka Ramdani yang menjadi partnernya di posisi gelandang, turut membantunya.

"Kendalanya yang pasti soal pengalaman dan jam terbang yang kurang. Selain itu, atmosfer sepakbola di Indonesia yang keras, kalau pemain mudanya belum siap, bisa bahaya. Tapi, saya sering konsultasi dengan Bang Eka untuk menyiasatinya. Intinya, agar tidak membahayakan, kata Eka harus bermain simple dalam artian, tidak terlalu lama menguasai bola," ujarnya.


sumber : tribunnews.com

No comments:

Post a Comment